Tuntaskan Konsolidasi Sumba Raya, PBVSI Sumba Tengah Siap Satu Komando Menuju PON 2028

Sumbavoice.com- WAIBAKUL- Kepingan terakhir kekuatan voli di daratan Sumba kini telah lengkap. Pengurus Kabupaten (Pengkab) PBVSI Sumba Tengah resmi menyatakan kesiapannya untuk “berlari kencang” bersama Pengprov PBVSI NTT demi mengejar mimpi besar: kejayaan di PON 2028.

Komitmen ini ditegaskan dalam pertemuan konsolidasi yang berlangsung hangat di Asgard Cafe, Waibakul, Rabu (15/04/2026).

Pertemuan strategis tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PBVSI NTT, Winston Rondo, dan Wakil Ketua Martinus Mangmangi, yang disambut oleh Ketua Umum PBVSI Sumba Tengah, Lukas Woli. Turut hadir wasit daerah Alfred Kilimandang, tokoh senior PBVSI Om Ipeng, serta sejumlah kader muda potensial Sumba Tengah.

Menjemput Standar Emas

Ketua Umum PBVSI NTT, Winston Rondo, menekankan bahwa Sumba Tengah adalah mitra kunci dalam peta jalan voli nasional. Dengan konsolidasi Sumba Raya yang kini mencapai titik final, fokus beralih pada standarisasi atlet secara masif.

“Kami tidak hanya bicara tentang turnamen lokal, tapi tentang standar nasional. Kami berburu talenta muda dengan tinggi badan minimal 180 cm untuk dipoles melalui sport science.

Sumba Tengah harus terlibat dalam pelatihan pelatih dan seleksi ketat menuju PON 2028,” tegas Winston.

Lukas Woli: Terbatas Anggaran, Tak Terbatas Semangat

Meski menghadapi tantangan efisiensi anggaran daerah, Ketua Umum PBVSI Sumba Tengah, Lukas Woli, menegaskan bahwa hal tersebut bukan penghalang. Ia justru melihat momentum ini sebagai waktu yang tepat untuk melakukan “cuci gudang” atau penyegaran organisasi.

“Kami berkomitmen penuh membenahi voli di Sumba Tengah. Meski anggaran menjepit, semangat pembinaan tidak boleh padam. Kami akan segera menyegarkan struktur pengurus agar lebih progresif dan siap mengirimkan atlet terbaik ke ajang Ben Mboi Memorial Cup (BMMC) 2 di Sumba Barat Daya, September mendatang,” ujar Lukas.

Optimisme dari Kader Muda

Diskusi yang mengalir akrab di balik aroma kopi sore itu menjadi bukti kuatnya regenerasi. Kehadiran para kader muda bersama tokoh senior seperti Om Ipeng dan Alfred Kilimandang menunjukkan adanya transfer semangat antar-generasi.

Martinus Mangmangi menambahkan bahwa sinergi adalah harga mati. Tanpa kekompakan di tingkat kabupaten, visi besar provinsi akan pincang.

Namun, antusiasme yang terlihat di Waibakul memberikan sinyal positif: Voli Sumba Tengah tidak hanya sekadar bergerak, tapi siap melompat maju mengukir prestasi.

Berita Terkini