Buka Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ratu Wula Tekankan Integrasi Data dan Inovasi Digital Menuju SBD Hebat

Sumbavoice.com- Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) resmi memulai tahapan krusial perencanaan pembangunan masa depan. Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wula, ST, membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Roo Luwa Resto, Kecamatan Kota Tambolaka, Senin (27/04/2026).

Dalam arahannya, Bupati Ratu Wula menyatakan bahwa forum ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan momentum strategis untuk menyelaraskan visi besar daerah dengan kebutuhan riil masyarakat.

“Seluruh proses perencanaan yang kita lakukan hari ini harus benar-benar sejalan dengan visi SBD HEBAT; Berkarakter, Sehat, Cerdas, Berketahanan Pangan, dan Berbudaya. Ini adalah fondasi kita menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegas Bupati Ratu Wula.

Bupati menjelaskan bahwa penyusunan RKPD 2027 melalui Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) telah menerapkan pendekatan berbasis data yang ketat. Mulai dari pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk penanganan kemiskinan ekstrem, hingga sinkronisasi program melalui Pra-Musrenbang tematik stunting.

“Kita tidak boleh lagi merencanakan program hanya berdasarkan perkiraan. Harus berbasis data, berbasis masalah, dan berbasis intervensi yang tepat sasaran agar anggaran yang dikeluarkan berdampak nyata,” jelasnya.

Salah satu poin penting yang ditegaskan Bupati adalah penggunaan platform digital perencanaan. Sistem ini dirancang untuk menyinkronkan usulan dari tingkat desa, kabupaten, provinsi, hingga nasional dalam satu pintu. Inovasi ini diharapkan mampu menghapus ego sektoral dan menghindari adanya duplikasi kegiatan antar perangkat daerah.

Mengangkat tema “Peningkatan Kesejahteraan dan Kemandirian Masyarakat yang Didukung dengan Peningkatan Daya Saing Ekonomi Lokal dan Tata Kelola Pemerintahan yang Mantap”, Bupati Ratu Wula memberikan instruksi khusus kepada seluruh jajaran OPD:

Orientasi Hasil: Setiap program wajib memiliki indikator kinerja (outcome) yang jelas, bukan sekadar habisnya anggaran.

Efisiensi Prioritas: Fokus pada kegiatan yang bersentuhan langsung dengan ekonomi lokal dan kesejahteraan.

Transparansi: Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel melalui sistem yang terintegrasi.

“Saya mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk memberikan masukan konstruktif. Keberhasilan kita tidak diukur dari berapa banyak program yang dibuat, tapi dari seberapa besar perubahan hidup yang dirasakan masyarakat di Loda Wee Maringi, Pada Wee Malala,” pungkasnya sembari membuka kegiatan secara resmi.

Musrenbang ini dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten SBD, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para Kepala Perangkat Daerah, Camat, tokoh masyarakat, serta delegasi organisasi kemasyarakatan.

 

 

Berita Terkini