GAMKI Sumba Tengah Sesalkan Pengerukan Kali Pamalar Menggunakan Alat Berat yan Berdampak pada Kerusakan Lingkungan

Sumbavoice.com- Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Sumba Tengah menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas aktivitas pengerukan material di Kali Pamalar Desa Umbu Langgang Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat yang diduga menggunakan alat berat.

Ketua DPC GAMKI Kabupaten Sumba Tengah Asra Bulla Junga Jara, menilai bahwa pemanfaatan sumber daya alam harus tetap memperhatikan prinsip kelestarian lingkungan sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan. Pengerukan yang dilakukan tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan dikhawatirkan dapat menyebabkan perubahan alur sungai, meningkatkan risiko erosi, merusak habitat biota sungai, hingga memicu bencana pada musim hujan.

“Pemanfaatan material sungai memang penting untuk mendukung pembangunan. Namun, kegiatan tersebut tidak boleh dilakukan dengan cara yang merusak lingkungan dan mengabaikan kepentingan masyarakat yang selama ini bergantung pada keberadaan Sungai. Aktivitas tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan serta mengancam keberlangsungan ekosistem di sekitar daerah aliran Sungai,” ujarnya

Lebih lanjut Asra menegaskan bahwa sungai bukan hanya sumber material bangunan, tetapi juga memiliki fungsi ekologis yang sangat penting. Kerusakan pada badan sungai dapat berdampak terhadap kualitas air, lahan pertanian masyarakat, serta keseimbangan lingkungan di wilayah sekitarnya.

Selain itu, GAMKI meminta pemerintah daerah bersama instansi teknis terkait segera melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan legalitas kegiatan pengerukan tersebut. Apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan perizinan maupun kaidah pengelolaan lingkungan hidup, GAMKI mendesak agar tindakan tegas diberikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami berharap pemerintah tidak tinggal diam. Pengawasan terhadap aktivitas pertambangan material galian C harus diperketat agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan lingkungan hidup,” tegasnya.

Asra juga mengajak seluruh pihak, baik pelaku usaha maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga kelestarian sungai sebagai aset bersama yang harus diwariskan kepada generasi mendatang. Menurut organisasi kepemudaan tersebut, pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.

“Di sisi lain, masyarakat sekitar diharapkan diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi dan pengaduan apabila menemukan aktivitas yang diduga merusak lingkungan. Partisipasi publik dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya alam,” pungkasnya

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak perusahaan atau pelaksana kegiatan pengerukan di Kali Pamalar terkait dugaan penggunaan alat berat dan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

Berita Terkini