Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Sekolah se-NTT, Mendikdasmen : “Ini Langkah Besar untuk Memuliakan Siswa, Guru dan Ilmu Pengetahuan”
Sumbavoice.com- Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Bertempat di SMA Negeri 9 Kota Kupang, pada Selasa (05/05/2026)
Turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Anggota Komisi X DPR RI Anita Gah, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Walikota Kupang Christian Widodo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo, Plt. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Lery Rupidara serta para Kepala Sekolah penerima Program Revitalisasi.
Adapun yang hadir dari jajaran Kemendikdasmen diantaranya Dirjen PAUD, Dikdas dan PNFI Gatot Suharwoto, Staf Khusus Bidang Komunikasi Ma’Ruf, Staf Khusus Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T Rita Pranawati, Direktur Sekolah Dasar Mochamad Salim, Sekretaris Ditjen GTKPG Temu Ismail, dan Direktur KPSTENDIK Iwan Junaedi.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan ini ditujukan untuk memperbaiki dan membangun fasilitas pendidikan di berbagai daerah, dengan gambaran capaian pada tahun 2025 dan target pelaksanaan pada tahun 2026.
Program ini tidak hanya fokus pada perbaikan bangunan, tetapi juga mendorong transformasi pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi pendidikan. Dengan fasilitas yang lebih baik, sekolah diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi potensi, kreativitas, dan masa depan generasi muda Indonesia. Program revitalisasi sekolah yang dihadirkan pemerintah melalui Kemendikdasmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang layak, aman, dan inspiratif bagi anak-anak Indonesia.
Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed dalam Berbagainya Menyebutkan saat ini terdapat 576 satuan pendidikan di NTT yang mendapatkan Program Revitalisasi dari Kemendikdasmen ini.
“Hari ini kita bersama hadir dalam peresmian revitalisasi sekolah-sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi tahun 2025, dan juga beberapa sekolah yang nanti juga akan mendapatkan bantuan tahun 2026. Total satuan pendidikan di NTT yang menerima bantuan revitalisasi tahun 2025 sebanyak 576 satuan pendidikan,” ungkap Menteri Abdul.
Ia menjelaskan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan ini, merupakan langkah dan komitmen pemerintah untuk mendukung kegiatan pembelajaran itu untuk lebih memuliakan, karena substansi dari mendidik adalah memuliakan.
“Kita memuliakan murid, memuliakan guru, dan memuliakan ilmu. Karena pada dasarnya ilmu itu yang menjadikan bangsa itu menjadi berbeda, dan dunia ke depan adalah dunia yang kekuatan yang ditentukan oleh kekuatan ilmu, pengetahuan, dan teknologi, serta moralitas,” ucapnya.
“Kita semua sepakat bahwa usaha Bapak Presiden untuk membangun budaya sekolah dan lingkungan yang asri merupakan bagian dari langkah besar untuk kita membangun Indonesia menjadi negara yang maju, negara yang bersih. ASRI itu merupakan akronim dari aman, sehat, resik, dan indah,” ungkap Menteri.
Selain hal tersebut, Menteri Abdul menekankan kepada para guru pentingnya melatih serta meningkatkan daya tahan dan mental siswa terhadap tantangan. “Sangat penting untuk membangun generasi yang memiliki pola pikir maju, mental kuat, dan karakter tangguh, bukan generasi yang lemah, pasif, atau mudah menyerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena mengungkapkan, terima kasih kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden Prabowo dan Kemendikdasmen atas pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Nusa Tenggara Timur.
“Terima kasih kepada Pak Menteri yang telah menjalankan dengan sangat baik arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk membantu kita semua dalam konteks program revitalisasi sekolah-sekolah di NTT,” ungkap Gubernur Melki.
Gubernur juga mengingatkan kepada setiap kepala sekolah dan guru-guru serta para siswa di setiap satuan pendidikan terkait akademik, moral/karalter serta pelatihan kewirausahaan.
“Sekali lagi saya ingatkan bahwa untuk pendidikan itu akademiknya harus bagus, karakter moralnya juga harus oke, dan juga kewirausahaan harus dikembangkan,” pungkas Gubernur.
