Tanggap Darurat Gempa Flores Diperpanjang Hingga 12 September 2026
Sumbavoice.com- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memperpanjang masa tanggap darurat penanganan gempa bumi Flores selama 14 hari, terhitung 29 Agustus hingga 12 September 2026.
Keputusan ini diambil Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena setelah melihat kondisi di lapangan, terutama aktivitas gempa susulan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Namun, tanggap darurat bukan berarti pelayanan berhenti.
Pemerintah tetap memastikan pelayanan publik berjalan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan tingkat keamanan masing-masing wilayah.
✅ Pelayanan kesehatan tetap berjalan.
✅ Pendidikan mulai dipersiapkan untuk kembali aktif.
✅ Pelayanan pemerintahan terus diaktifkan secara bertahap.
✅ Pemeriksaan keamanan sekolah, kantor, rumah sakit, dan fasilitas publik terus dilakukan.
Gubernur Melki menegaskan, fasilitas yang secara struktur dinyatakan tidak aman tidak boleh dipaksakan untuk digunakan.
“Kalau kategori merah jangan dipaksa.”
Untuk sektor pendidikan, pembelajaran dapat dilakukan melalui berbagai alternatif yang aman, termasuk sekolah lapangan maupun ruang belajar sementara, sesuai kondisi masing-masing wilayah.
Sementara itu, Wagub NTT Johni Asadoma meminta seluruh bupati, camat, lurah, dan kepala desa memastikan tidak ada wilayah yang terlewat dari bantuan.
“Petakan betul titik-titik yang sampai saat ini belum tersentuh bantuan agar segera ditindaklanjuti.”
NTT terus bergerak.
Perpanjangan masa tanggap darurat adalah langkah untuk memastikan penanganan tetap kuat, pelayanan dasar tetap berjalan, bantuan terus menjangkau masyarakat, sekaligus memberi ruang bagi pemerintah mempersiapkan tahapan pemulihan pascabencana.
Keselamatan adalah prioritas. Pelayanan tetap berjalan. Flores kita bangkit bersama.
