Irigasi Mbewi di Kecamatan Mamboro yang Belum Selesai di kerjakan

Irigasi Mbewi Belum Selesai di Kerjakan, 263 Hektare Sawah di 4 Desa Kecamatan Mamboro Berpotensi Gagal Penen

Sumbavoice.com- Mamboro- Sebanyak 263 hektare sawah di empat Desa Kecamatan Mamboro berpotensi gagal panen akibat irigasi Mbewi yang belum selesai dikerjakan oleh PT. Adikarya sebagai pemenang tender dan CV Tegar Mandiri sebagai pelaksana proyek.

Ketua Gapoktan Radangu Madangu Desa Wendewa Timur Meta Manggi Ally saat ditemui Sumbavoice mengatakan, pengerjaan irigasi Mbewi telah merugikan petani empat desa di kecamatan mamboro. Sebab kata Dia, pengerjaan irigasi mbewi telah dimulai sejak bulan November hingga Desember tahun 2025 yang lalu namun sampai sekarang belum diselesaikan.

“Berdasarkan hasil sosialisasi di Kantor Desa Wendewa Timur saat itu, dari pihak penerima proyek PT. Adikarya menuturkan akan diselesaikan pengerjaan irigasi sampai dengan 31 Desember tahun 2025. Namun kenyataannya hingga saat ini belum juga diselesaikan,” ungkapnya pada Sumbavoice pada, Minggu (05/04/2026).

Lebih lanjut Manggi Ally menjelaskan, apabila pengerjaannya juga belum selesai hingga pertengahan bulan April maka dampaknya akan terjadi krisis pangan di mamboro. Kata Dia, sebab 263 hekta are sawah yang di garap oleh Masyarakat di empat desa akan mengalami gagal panen karena kekeringan.

“Hingga saat ini sawah-sawah yang ada di Kawasan mbewi tidak bisa digarap karena kekeringan akibat pengerjaan irigasi yan juga belum selesai hingga saat ini. Oleh karena itu kami petani meminta agar segera dibuka kembali airnya supaya bisa Masyarakat yang punya sawah kembali menggarap dan menanam Kembali padi,” pintahnya.

Hal senada juga disampaikan David Ngodu Ranja Ratu, pengerjaan irigasi mbewi seharusnya diselesaikan dalam waktu yang tepat sesuai kalender proyek. Namun disyangkan mala memakan waktu yang sangat lama dan berdampak pada masyarakat yang memiliki sawah mengalami kekeringan air.

Kata David, apabila tidak segerah diselesaikan sampai pertengahan April maka Masyarakat di empat desa yang memiliki sawah akan mengalami krisis pangan.

“Kami sangat berharap irigasi mbewi agar segera diselesaikan, sebab jika tidak diselesaikan pengerjaannya maka sama halnya proyek tersebut telah mematikan mata pencaharian petani dan akan terjadi krisis pangan.” Paparnya

David menegaskan, agar proyek irigasi mbewi dapat dipantau oleh pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Sumba Tengah. Supaya proyek tersebut benar-benar dikerjakan secara maksimal dan tidak merugikan Masyarakat banyak.

“Walaupun proyek tersebut bersumber dari anggaran APBN tapi minimal pemerintah daerah dan DPRD bisa membantu untuk dikomunikasikan dengan penerima proyek agar segerah diselesaikan dan masyarakat bisa Kembali menggarap sawahnya.” Pungkasnya.

Penulis: Asra Bulla Junga Jara

Berita Terkini