Aktivis Mahasiswa Soroti Lambatnya Sikap Pemkab Sumba Tengah Terkait Nasib PPPK Paruh Waktu

Sumbavoice.com- Waibakul- Aktivis mahasiswa asal Kabupaten Sumba Tengah soroti ketidakjelasan pelantikan dan penempatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, khususnya bagi para tenaga guru yang telah lama mengabdi di berbagai sekolah pelosok desa.

Aktivis mahasiswa asal Kabupaten Sumba Tengah Exande Kulla kepada Media Sumbavoice mengatakan, ketidakpastian yang berlarut-larut ini mencerminkan lemahnya komitmen pemerintah daerah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.

Menurutnya, para guru PPPK Paruh Waktu bukan sekadar bagian dari administrasi kepegawaian, melainkan individu yang selama ini berperan penting dalam mencerdaskan generasi muda di wilayah pedesaan. Mereka telah mengabdikan diri dalam keterbatasan fasilitas dan akses, namun hingga kini masih dihadapkan pada ketidakjelasan status dan penempatan.

“Ironis ketika pengabdian panjang justru dibalas dengan ketidakpastian. Janji yang pernah disampaikan seolah hanya menjadi harapan yang terus digantung tanpa arah yang jelas,” ujarnya pada Sumbavoice pada, Sabtu (04/04/2026)

Exande juga menegaskan bahwa persoalan ini bukan hanya masalah teknis administratif, melainkan menyangkut tanggung jawab moral pemerintah terhadap tenaga pendidik yang telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di daerah.

“Para guru PPPK Paruh Waktu, tidak membutuhkan janji-janji baru, melainkan kepastian yang konkret. Waktu yang mereka habiskan untuk menunggu keputusan pemerintah merupakan bagian dari kehidupan yang tidak dapat diulang Kembali,” tegasnya

Exande berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas dan memberikan kepastian resmi terkait pelantikan serta penempatan PPPK Paruh Waktu agar para guru dapat menjalankan tugasnya dengan tenang dan bermartabat.

“Pemerintah seharusnya hadir sebagai pemberi kepastian, bukan menjadi sumber ketidakjelasan,” pungkasnya

Berita Terkini