Penerima Proyek dan Subcon Irigasi Bewi PT Adhi Karya dan CV Tegar Mandiri Belum Membayar Material Pasir Masyarakat Lokal

Sumbavoice.com- Mamboro – Proyek pembangunan jaringan Irigasi Bewi yang diharapkan menjadi penopang sektor pertanian masyarakat di empat Desa Kecamatan Maamboro Kabupaten Sumba Tengah kini menuai sorotan. Sejumlah warga mengaku proyek tersebut diduga mangkrak dan belum menunjukkan perkembangan signifikan sesuai harapan masyarakat.

Selain persoalan progres pekerjaan, masyarakat lokal juga mengeluhkan adanya dugaan tunggakan pembayaran material pasir sebanyak 20 ret dengan total 12 juta yang telah digunakan dalam pekerjaan proyek tersebut. Beberapa pemasok material mengaku hingga kini belum menerima pembayaran dari pihak pelaksana proyek, yakni PT Adhi Karya dan CV Tegar Mandiri.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa masyarakat telah mendukung pelaksanaan proyek dengan menyediakan material pasir yang dibutuhkan. Namun, sampai saat ini pembayaran yang dijanjikan belum juga direalisasikan.

“Kami sudah menyediakan pasir sesuai permintaan. Material sudah dipakai dalam pekerjaan, tetapi pembayaran belum kami terima sampai sekarang,” ungkapnya saat ditemui Sumbavoice.com di lokasi pada Kamis, (25/06/2026).

Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga berharap pihak kontraktor segera menyelesaikan kewajibannya agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang telah berpartisipasi mendukung proyek pembangunan tersebut.

Di sisi lain, masyarakat juga mempertanyakan keberlanjutan pekerjaan Irigasi Mbewi yang dinilai berjalan lambat. Padahal, kawasan Irigasi Mbewi merupakan salah satu infrastruktur strategis yang direncanakan untuk mendukung pengembangan pertanian dan ketahanan pangan di Kecamtan Mamboro Sumba Tengah.

Ketua Gapoktan Radangu Madangu Desa Wendewa Timur Meta Manggi Ally meminta pemerintah daerah, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, serta pihak terkait untuk turun melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi proyek di lapangan. Menurut mereka, transparansi informasi sangat diperlukan agar masyarakat mengetahui status pekerjaan dan penyelesaian hak-hak warga yang terlibat dalam penyediaan material.

“Kami berharap ada penjelasan resmi dari kontraktor maupun pihak pemerintah terkait perkembangan proyek ini. Jika memang ada kendala, masyarakat berhak mengetahui,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, pihak PT Adhi Karya sebagai penerima proyek dan CV Tegar Mandiri belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tunggakan pembayaran material pasir maupun perkembangan pekerjaan Irigasi Mbewi. Oleh karena itu, berita ini masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak perusahaan untuk menjaga prinsip keberimbangan informasi.

Masyarakat berharap proyek Irigasi Mbewi dapat segera diselesaikan sesuai perencanaan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh petani dan mendukung peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Sumba Tengah. Selain itu, penyelesaian kewajiban pembayaran kepada masyarakat lokal dinilai penting untuk menjaga kepercayaan dan hubungan baik antara pelaksana proyek dengan warga setempat.

Berita Terkini